·
Definisi
1)
Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat
ekonomi selama suatu periode akuntasi dalam bentuk arus masuk ? penambahanaktiva
atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan aktiva bersih yang tidak
berasal dari kontribusi penanaman modal (penyumbang).
2)
Pendapatan (revenues) adalah arus masuk bruto
dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas rumah sakit
selama suatu periode, bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan aktiva bersih,
yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal
3)
Keuntungan (gains) adalah pos yang memenuhi
definisi penghasilan dan mungkin timbul atau mungkin tidak timbul dalam pelaksanaan
aktivitas normal entitas rumah sakit.
4)
Sumbangan (contribution) adalah pemindahan kas
atau aktiva lainnya ke entitas rumah sakit atau suatu penyelesaian / pembatalan
hutang entitas rumah sakit tidak secara timbal balik oleh pihak lain yang tidak
bertindak sebagai pemilik dengan tanpa syarat dan sukarela.
5)
Penghasilan dan sumbangan tidak terikat adalah
penghasilan dan sumbangan yang dapat digunakan secara bebas oleh entitas rumah
sakit sesuai dengan sifat, maksud tujuan dan kegiatannya tanpa ada pembatasan
dari pihak-pihak lain.
6)
Dasar Pengaturan
7)
Laporan aktivitas menyajikan pendapatan sebagai
penambah aktiva bersih tidak terikat, kecuali jika penggunaannya dibatasi oleh
penyumbang, dan menyajikan beban sebagai pengurang aktiva bersih tidak terikat.
(PSAK 45 paragraf 41)
8)
Sumbangan disajikan sebagai penambah aktiva
bersih tidak terikat, permanen, atau terikat temporer, tergantung pada ada
tidaknya pembatasan. Dalam hal sumbangan terkait yang pembatasannya tidak
berlaku lagi dalam periode yang sama, dapat disajikan sebagai sumbangan tidak
terkait sepanjang disajikan secara konsisten dan diungkapkan sebagai kebijakan
akuntansi.(PSAK 45 paragraf 42)
9)
Laporan aktivitas menyajikan keuntungan dan
kerugian yang diakui dari investasi dan aktiva lain (kewajiban) sebagai
penambah atau pengurang, aktiva bersih tidak terkait, kecuali jika
penggunaannya dibatasi. (PSAK 45 paragraf 43)
10)
Laporan aktivitas menyajikan jumlah pendapatan
dan beban secara bruto. Namun demikian pendapatan investasi, dapat disajikan
secara neto dengan syarat beban-beban terkait, seperti beban penitipan dan
beban penasihat investasi, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
11)
Perusahaan harus menyusun laporan keuangan atas
dasar akrual, kecuali laporan arus kas.
12)
Penghasilan diakui dalam laporan laba rugi kalau
kenaikan manfaat ekonomi di masa depan yang berkaitan dengan peningkatan aktiva
atau penurunan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. Ini
berarti pengakuan penghasilan terjadi bersamaan dengan pengakuan kenaikan
aktiva atau penurunan kewajiban.
13)
Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar
imbalan yang diterima atau yang dapat diterima.
14)
Pendapatan dari penjualan barang harus diakui
bila seluruh kondisi berikut dipenuhi: (1) perusahaah telah memindahkan risiko
secara signifikan dan telah memindahkan manfaat kepemilikan barang kepada
pembeli: (2) perusahaan tidak lagi mengelola atau melakukan pengendalian
efektif atas barang yang dijual: (3) jumlah pendapatan tersebut dapat diukur
dengan andal: (4) besar kemungkinan manfaat ekonomi yang dihubungkan dengan
transaksi akan mengalir kepada perusahaan tersebut: dan (5) biaya yang terjadi
atau yang akan terjadi sehubungan dengan transik penjualan dapat diukur dengan
andal.
15)
Bila hasil suatu transaksi yang meliputi
penjualan jasa dapat diestimasi dengan andal, pendapatan sehubungan dengan
transaksi tersebut harus diakui dengan acuan pada tingkat penyelesaian dari
transaksi pada tanggal neraca. Hasil suatu transaksi dapat diestimasi dengan
andal bila seluruh kondisi berikut dipenuhi: (1) jumlah pendapatan tersebut
dapat diukur dengan andal: (2) besar kemungkinan manfaat ekonomi sehubungan
dengan transaksi tersebut akan mengalir kepada perusahaan: (3) tingkat
penyelesaian dari suatu transaksi tersebut pada tanggal neraca dapat diukur
dengan andal: dan (4) biaya yang terjadi untuk transaksi tersebut dan biaya
untuk menyelesaikan transaksi tersebut dapat diukur dengan andal.
16)
Bila hasil transaksi yang meliputi penjualan
jasa tidak dapat diestimasi dengan andal, pendapatan yang diakui hanya yang berkaitan
dengan beban yang telah diakui yang dapat diperoleh kembali.
·
Penjelasan
1)
Perubahan Aktiva Bersih tidak terkait, antara
lain, dipengaruhi oleh penghasilan dan sumbangan tidak terkait yang dihasilkan
oleh entitas rumah sakit.
2)
Penghasilan dan sumbangan tidak terkait yang
berhubungan dengan kegiatan entitas rumah sakit dapat berasal dari:
(1)pendapatan operasional: (2) penghasilan non operasional: dan (3) sumbangan
3)
Pendapatan Operasional adalah pendapatan yang
timbul dari aktivitas pelayanan utama entitas rumah sakit. Pendapatan
operasional tersebut, antara lain, terdiri dari: (1) pendapatan rawat inap (2)
pendapatan rawat jalan (30 pendapatan tindakan medis: (4) penunjang medis: dan
(5) pendapatan operasional lainnya.
4)
Untuk menunjukan besarnya pendapatan operasional
yang dapat direalisasi dibentuk pos pengurangan pendapatan operasional yang di
dalamnya menginformasikan, antara lain, mengenai: (1) pembayaran restitusi
kepada pasien (2) subsidi pembebasan pembayaran bagi pasien tidak mampu: (3)
selisih perhitungan rincian beban dengan jumlah yang dibayar oleh asuransi atau
pihak ketiga: (4) subsidi pembebasan pembayaran untuk pasien tertentu, seperti
karyawan dan pasien yang mendapat keringanan: dan (5) beban penyisihan kerugian
piutang pelayanan.
5)
Penghasilan Non Operasional adalah pendapatan
yang timbul dari aktivitas di luar pelayanan utama entitas rumah sakit.
Pendapatan Non Operasional tersebut antara lain, terdiri dari: (1) pendapatan
jasa lembaga jasa keuangan: (2) pendapatan kerjasama operasional (KSO) (3)
pendapatan sewa (4) keuntungan penjualan aktiva tetap (5) pendapatan penjualan
dokumen lelang: dan (6) pendapatan investasi
6)
Sumber penghasilan tidak terikat entitas rumah
sakit juga dapat berasal dari sumbangan tanpa syarat. Pengertian "tanpa
syarat" dalam definisi sumbangan adalah tidak terdapat syarat yang
ditetapkan oleh penyumbang yang menyebabkan penyumbang dapat memperoleh kembali
uangnya (aktiva lain yang telah disumbangkannya) atau membebaskannya dari janji
untuk memberi jika syarat tidak terpenuhi. Misalnya, sumbangan dari pemerintah
dan penyumbang lainnya.
Sumber : Pedoman Akuntasi Rumah Sakit
Non-Pemerintah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar