Apa
yang dilakukan oleh seorang auditor pada saat melaksanakan audit SDM? Seorang
auditor memiliki kebebasan yang cukup luas bila tidak ingin dikatakan sangat
luas untuk mendapatkan akses informasi dengan melakukan interaksi dalam
berbagai bentuk kegiatan dengan beragam tehnik dan pendekatan. Penjelasan
berikut ini adalah contoh-contoh kegiatan yang bisa dan biasa dilakukan oleh
auditor untuk memperoleh data dan informasi.
Mengamati Kegiatan
Auditor
dapat memulai tugasnya dengan mengamati atau melakukan observasi secara
langsung atas aktivitas-aktivitas organisasi dalam perspektif manajemen SDM.
Melalui pengamatan ini auditor dapat mengumpulkan data / informasi dan
mendeteksi apakah terdapat gejala-gejala adanya penyimpangan atau
kesenjangan-kesenjangan yang bersifat kritis atau signifikan sehingga
memerlukan perhatian lebih mendalam. Sebagai contoh, auditor dapat mengamati
suatu proses kerja untuk menilai kompentensi karyawan yang tengah melaksanakan
pekerjaan tersebut, atau mengamati kesibukan karyawan untuk menilai tingkat
efisiensi jumlah tenaga kerja dibandingkan dengan volume pekerjaan yang harus
diselesaikan
Informasi
signifikan seringkali dapat diperoleh dari pemeriksaan secara langsung atas
berbagai fasilitas pengelolaan SDM, misalnya mengamati kondisi tempat
penyimpanan dokumen-dokumen SDM yang penting dan rahasia. Bagaimana penanganan
dokumen-dokumen yang berkaitan dengan informasi gaji atau data-data tenaga
kerja yang ada dalam perangkat lunak. Apakah kondisinya aman, terhindar dari
penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak berhak
Meminta Penjelasan atau Menanyakan
Auditor
dapat menggali informasi dengan cara meminta penjelasan dari auditee mengenai
objek-objek audit yang telah direncanakan dalam lingkup audit. Pendekatan audit
dengan meminta penjelasan adalah pendekatan audit yang paling mudah dilakukan.
Auditor bebas meminta penjelasan objek apapun yang dipandang relevan dan
signifikan untuk menggali informasi. Untuk mendapatkan informasi yang banyak
maka teknik bertanya auditor sebaiknya menggunakan pertanyaan terbuka misalnya
bagaimana, mengapa, atau dengan kata “tolong jelaskan” Bila auditor telah
memiliki informasi yang telah diperoleh dari perusahaan lain misalnya auditor
dapat meminta pendapat auditee mengenai kinerja perusahaan lain dibandingkan
dengan kinerja departemennya. Misalnya auditor meminta penjelasan mengenai
tingginya angka turn-over. Pada saat auditee memberikan penjelasan, auditor
mencatat hal-hal relevan dan signifikan untuk ditanyakan lebih jauh sampai data
dan informasi dirasa cukup untuk membuat suatu kesimpulan. Contoh lainnya,
auditor meminta penjelasan mengenai proyeksi kebutuhan tenaga kerja untuk tiga
tahun kedepan. Apakah perencanaan tenaga kerja telah sejalan dengan strategi
dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh direksi.
Meminta Peragaan
Dalam
kasus tertentu auditor dapat meminta auditee memperagakan suatu kegiatan yang
sedang diamati. Misalnya auditor meminta seseorang karyawan untuk memberikan
contoh cara perhitungan lembur atau penghitungan pajak penghasilan karyawan PPh
21. Contoh lain, auditor meminta auditee mencarikan dokumen seorang karyawan
yang tersimpan pada pusat kearsipan di bagian personalia. Melalui peragaan,
auditor bisa menilai apakah ada indikasi permasalahan yang perlu mendapat
perhatian lebih jauh. Contoh permintaan peragaan : “Tolong tunjukan bagaimana
saudara menghitung pajak penghasilan tenaga kerja asing”.
Menelaah Dokumen
Bila
perusahaan telah memiliki manual manajemen SDM yang memuat penjelasan mengenai
mekanisme kegiatan manajemen SDM, termasuk program-program pengembangan SDM
secara lengkap dan terekomendasi. Auditor dapat meminjam dokumen-dokumen
tersebut untuk dipelajari atau ditelaah apakah terdapat azas-azas yang tidak
dipatuhi atau sudah using, tidak relevan lagi dengan perkembangan keadaan atau
kebutuhan organisasi. Melalui proses penelaahan dokumen auditor mencatat
berbagai informasi signifikan untuk ditanyakan lebih jauh kepada auditee.
Auditor
membandingkan kinerja actual dengan kriteria yang tercantum dalam dokumen
system manajemen SDM perusahaan. Misalnya membandingkan antara kriteria dan
prosedur rekrutmen dengan kebutuhan organisasi secara actual. Apakah masih
sejalan? Bila ditemukan adanya indikasi permasalahan yang cukup signifikan
untuk diberikan perhatian, auditor dapat memanggil auditee untuk mendiskusikan
dan mendapatkan penjelasan lebih jauh mengenai masalah tersebut sampai bisa
disimpulkan.
Memeriksa dengan Daftar Periksa
Auditor
menyiapkan daftar periksa yang mencakup objek-objek audit atau permasalahan
yang ingin diketahui. Dengan menggunakan daftar periksa auditor akan terbantu
untuk mengingat aspek-aspek yang perlu ditanyakan kepada auditee selama proses
audit. Daftar periksa boleh dibuat untuk satu topic SDM spesifik misalnya
daftar pertanyaan untuk rekrutmen atau kumpulan dari berbagai fungsi manajemen
SDM, misalnya, pelatihan, rekrutmen, penilaian karya, dan sebagainya dalam satu
daftar periksa.
Mencari Bukti-bukti
Dalam
proses audit, orientasi auditor adalah mencari informasi dan bukti-bukti
objektif. Bukti objektif dapat berupa catatan, dokumen, atau kondisi factual
yang dapat dianalisa dan dibuktikan kebenarannya. Misalnya auditor telah sampai
pada titik terang bahwa telah terjadi praktek lembur fiktif yang telah berlangsung
cukup lama dan merugikan perusahaan secara moral maupun material, maka auditor
perlu mencari bukti-bukti yang dapat mendukung hasil observasinya atau untuk
menguji kebenaran. Untuk itu auditor perlu mencatat misalnya, nama-nama
karyawan yang diduga melakukan lembur fiktif, mengumpulkan dokumen-dokumen yang
terkait dengan pencatatan lembur, misalnya mencatat kartu absensi karyawan yang
bersangkutan, mengumpulkan formulir perintah lembur yang ditanda-tangani oleh
atasan, dokumen pencatatan jumlah jam lembur dan perhitungan lembur, bahkan
bila perlu meminta copy payroll dari bagian keuangan. Semua dokumen itu dapat
dikategorikan sebagai bukti-bukti objektif. Temuan auditor harus selalu
disertai bukti-bukti objektif untuk menghindari pertanyaan atau perdebatan
dengan auditee yang tidak perlu, saat mendiskusikan temuan
Memeriksa Silang
Auditor
dapat mengumpulkan data dan informasi dari bagian-bagian lain sebagai bahan
untuk menilai fakta-fakta yang ada pada suatu fungsi yang tengah diaudit.
Misalnya untuk mengecek keabsahan penambahan tenaga kerja yang telah
dilaksanakan oleh unit SDM, maka auditor dapat meminta informasi dari unit
pengguna tenaga kerja tersebut. Apakah proses penambahan tenaga kerja telah
dilaksanakan sesuai dengan kebijakan dan ketentuan procedural yang berlaku.
Mewawancarai Auditee
Auditor
dapat mewawancarai beberapa personil pada unit yang sedang diperiksa untuk
meminta penjelasan, menanyakan, mengklarifikasi permasalahan untuk memperoleh
data informasi. Karyawan yang dipilih untuk mewawancarai diundang ke ruangan
yang telah disediakan. Auditor mengarahkan pertanyaan untuk mendapat informasi
mengenai hal-hal yang tengah disoroti, misalnya mencari sumber penyebab komplik
kronis yang terjadi dalam suatu bagian sehingga berakibat terhambatnya proses
kerja dan kualitas hasil kerja dari unit kerja dimana karyawan tersebut
terlibat di dalamnya. Contoh lainnya misalnya auditor menanyakan masalah proses
rekrutmen yang dilalui oleh seorang karyawan apakah ada penyimpangan dari
ketentuan yang berlaku. Untuk audit SA 8000, auditor bahkan dapat menanyakan
hal-hal berkaitan dengan aspek-aspek pelanggaran hak azasi manusia.
Metode
wawancara dapat dengan menggunakan model terpimpin, bisa juga model bebas.
Wawancara terpimpin auditor mengarahkan Tanya jawab sesuai perencanaan yang
telah dibuat. Dalam wawancara bebas, auditor tidak secara ketat mengendalikan
jalannya wawancara, pertanyaanya bisa dibuat bebas oleh auditor sesuai
kebutuhan dan perkembangan dalam wawancara.
Melakukan Survei dengan Angket
Audit
dengan perangkat angket survey dapat dilakukan untuk pengecekan hal-hal
tertentu, misalnya mengenai tingkat kepuasan kerja, efektivitas komunikasi,
masalah kepemimpinan dan sebagainya. Audit SDM dengan cara survey melalui
angket seperti ini tidak langsung menghasilkan informasi. Data yang masuk perlu
diolah dan hasilnya dianalisa. Dari hasil analisa akan bisa diketahui apakah
ada indikasi awal mengenai aspek-aspek yang ingin diketahui, misalnya rendahnya
tingkat kepuasan kerja, potensi terjadinya pemogokan, atau bentuk-bentuk
pencetusan ketidakpuasan lainnya yang berdampak negative terhadap produktivitas
atau efisiensi. Dari indikasi awal yang diperoleh melalui angket dapat dikaji
lebih lanjut sampai dapat ditarik sebuah kesimpulan atau kepastian.
Melengkapi Informasi dari Sumber Luar
Untuk
maksud tertentu, misalnya memperoleh informasi tentang penyebab-penyebab
tingginya angka karyawan yang keluar, auditor dapat mengumpulkan data primer
secara internal dari karyawan dengan pendekatan-pendekatan tertentu. Atau
auditor mengupayakan memperoleh data primer secara eksternal dari mantan
karyawan.
Menilai Data dan Fakta (Menganalisa)
Akhirnya
auditor melakukan penilaian atas data dan informasi yang telah dikumpulkan
samapi dapat ditarik suatu kesimpulan. Misalnya auditor ditugaskan untuk
memeriksa program alih teknologi yang dirancang dalam rangka mempersiapkan
tenaga-tenaga local untuk menggantikan tenaga asing dalam mengoperasikan sebuah
pabrik berteknologi tinggi. Program tersebut sesuai kebijakan top management
ditargetkan harus mencapai dalam kurun waktu tiga tahun terhitung sejak tahun
2001. Tanggung jawab proyek ini dibebankan kepada divisi SDM.
Ketika
menyoroti masalah ini, auditor dapat mengakses berbagai catatan atau bukti
tentang kegiatan yang telah dilaksanakan untuk mengumpulkan data dan informasi
sebagai dasar menilai kemajuan program auditor. Auditor dapat meminta pendapat
beberapa pimpinan unit untuk melengkapi data-data yang diperlukan untuk menilai
secara tepat, apakah ada indikasi kesenjangan yang mencolok, sehingga
kemungkinan program alih teknologi akan gagal. Bila ternyata ada tanda-tanda
kegagalan yang cukup jelas dan signifikan, auditor dapat mempermasalahkan lebih
jauh untuk mencari fakta / data sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan yang lebih
pasti.
Menyimpulkan
Berdasarkan
data yang telah dikumpulkan dari berbagai kegiatan selama proses audit, diolah
menjadi informasi dan akhirnya auditor harus menyimpulkan. Kesimpulan auditor
dapat bersifat positif, artinya tidak ada permasalahan yang perlu
ditindaklanjuti, dan dapat berupa kesimpulan signifikan yang merupakan temuan
audit yang mengandung nilai substansial untuk ditindaklanjuti. Dalam
Pelaksanaanya aktivitas-aktivitas yang disebutkan di atas tidak mesti dilakukan
secara terpisah-pisah melainkan dapat dikombinasikan dalam satu kesempatan
audit.
Sumber : Buku
Audit SDM, Willy Susilo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar