Apakah
secara prinsip Audit SDM dapat dianggap sama dengan berbagai audit lainnya?
Apakah sebenarnya tujuan dari audit SDM yang ingin dicapai dan apa manfaat yang
dapat dikontribusikan melalui AUdit SDM? Jawaban atas pertanyaan ini akan
dibahas dalam bagian ini.
Pengertian
Audit SDM
Audit
SDM adalah pemeriksaan dan penilaian secara sistematis, objektif dan
terdokumentasi terhadap fungsi-fungsi organisasi yang terpengaruh oleh
manajemen SDM (Smber Daya Manusia) dengan tujuan memastikan dipenuhinya azas
kesesuaian, efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya manusia
untuk mendukung tercapainya sasaran-sasaran fungsional maupun tujuan organisasi
secara keseluruhan baik untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka
panjang.
Dalam
definisi di atas terdapat beberapa kata kunci yang perlu dijelaskan secara
lebih terperinci agar pengertian tentang audit SDM dapat lebih jelas dan mudah
untuk dipahami sehingga implementasinya dapat dilakukan dengan tepat dan
menghasilkan manfaat maksimal.
Audit
SDM adalah kegiatan pemeriksaan dan penilaian artinya audit adalah sebuah
proses mencari dan mengumpulkan data dan informasi faktual, signifikan dan
relevan sampai pada tahap pengambilan keputusan yang didasarkan pada hasil
verifikasi dan penilaian auditor.
Auditor
memerlukan data. Data adalah fakta. Fakta adalah realita atau keadaan yang
sebenarnya yang ada atau dapat dibuktikan benar-benar ada atau terjadi. Tidak
semua fakta perlu kan oleh auditor. Auditor cukup mengumpulkan data dan fakta
yang relevan dan signifikan untuk menyimpulkan suatu keadaan yang disoroti.
Data
dan fakta yang relevan dan signifikan adalah data dan fakta yang masih ada
hubungannya dengan permasalahan SDM atau kepentingan perusahaan secara
keseluruhan dan dapat menjelaskan permasalah secara lebih terarah dan mendalam.
Audit
SDM dilakukan secara sistematis artinya proses pemeriksaan dan penilaian
dilakukan dengan pola logika dan menerapkan azas-azas manajemen. Audit SDM
direncanakan, pelaksanaannya dikendalikan, dievaluasi dan hasilnya
ditindaklanjuti.
Audit
SDM dilakukan secara objektif, artinya auditor sedapat mungkin meminimalkan
unsur subjektivitas dalam interaksi pemeriksaan tidak mencampur aduk fakta
dengan opini. Auditor tidak terbawa arus emosi, misalnya takut, kasihan, benci,
marah dsb. Auditor harus melihat dan menilai persoalan apa adanya tanpa
rekayasa.
Kegiatan
audit terdokumentasi. artinya semua yang dilakukan dalam proses audit secara
keseluruhan mulai dari perencanaan audit, pelaksanaan, pelaporan dan tindak
lanjut hasil audit oleh auditee harus dicatat dan catatan dikelola dengan baik
sehingga mudah ditemukan bila sewaktu-waktu diperlukan.
Keluaran
dari kegiatan audit SDM adalah informasi yang disimpulkan dari data dan fakta
yang telah dikumpulkan dan diolah sehingga menjadi lebih informatif dan
mengandung informasi penting untuk diberikan perhatian atau ditindak lanjuti
oleh auditee dan / atau oleh manajemen.
Audit
SDM dilakukan untuk mengetahui dipenuhi tidaknya azas kesesuaian artinya audit
diarahkan untuk mengetahui tingkat ketaatan terhadap persyaratan-persyaratan
yang wajib dipenuhi dalam pengelolaan SDM - misalnya ketaatan terhadap
peraturan mengenai ketenaga kerjaan atau ketaatan terhadap persyaratan standar
SA 8000.
Audit
SDM dilakukan untuk memeriksa efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan SDM
artinya audit diarahkan selain pada aspek ketaatan azas dan pencapaian tujuan
juga diarahkan untuk menilai tingkat efisiensi dalam pengelolaan SDM.
Audit
SDM dimaksudkan untuk mendukung tercapainya sasaran-sasaran fungsional maupun
tujuan organisasi secara keseluruhan. Artinya audit SDM mempunyai misi membantu
pimpinan fungsi-fungsi organisasi maupun pucuk pimpinan perusahaan dengan
memberikan masukan informasi signifikan hasil penilaian auditor untuk membantu
mengatasi permasalahan yang tengah dihadapi oleh perusahaan.
Penilaian
dan rekomendasi auditor diarahkan untuk membantu menyelesaikan permasalahan
organisasi baik untuk masa sekarang maupun masa depan artinya auditor menelaah
permasalahan organisasi pada perspektif SDM dalam tiga dimensi waktu menilai
performa masa lalu, mengendalikan kegiatan masa kini dan mendukung pencapaian
tujuan masa depan.
Tujuan
Audit SDM
Audit
SDM berfokus pada pencarian data dan informasi tentang permasalahan organisasi
dari perspektif SDM. Masalah-masalah yang secara langsung atau tidak langsung
dapat mengakibatkan kegagalan organisasi dapat diidentifikasi sedini mungkin
melalui proses audit sehingga manajemen dapat segera memberikan perhatian dan
tindakan koreksi dapat segera diambil. Bila informasi temuan audit ditindak
lanjuti maka diharapkan dampaknya adalah perolehan nilai manfaat bagi
organisasi.
Dengan
kata lain tujuan audit SDM adalah mengendalikan kegiatan organisasi melalui
fungsi pemeriksaan dan penilaian terhadap permasalahan organisasi (ketaatan,
efektivitas dan efisiensi) yang disorot dari dimensi SDM agar sasaran-sasaran
fungsional maupun tujuan organisasi secara keseluruhan dapat dipastikan
tercapai.
Siapa
yang Melakukan Audit SDM ?
Pertama,
audit SDM dapat dilakukan oleh auditor internal yang secara formal telah
dibentuk dalam suatu perusahaan untuk melakukan audit SDM secara terencana pada
seluruh fungsi organisasi baik pada fungsi SDM maupun pada fungsi-fungsi
non-SDM.
Kedua,
audit SDM dilakukan oleh Manager SDM atau spesialis SDM yang ditunjukan untuk
melakukan audit di bagian SDM, dengan pendekatan self-assessment (penilaian
sendiri).
Ketiga,
audit SDM dilakukan oleh Manager SDM atau tenaga specialis SDM yang ditunjuk
untuk melakukan audit di bagian SDM, dengan pendekatan self-assessment
(penilaiansendiri).
Ketiga,
audit SDM dilakukan oleh Manager SDM atau tenaga specialis SDM senior terhadap
funsi-fungsi non-SDM.
Keempat,
Audit SDM dapat dilakukan oleh tenaga ahli manajemen SDM dari luar perusahaan
atas persetujuan pimpinan perusahaan.
Lingkup
Audit SDM
Lingkup
audit SDM sama luasnya dengan manajemen SDM itu sendiri. Artinya semua aspek
manajemen SDM mulai dari strategi, kebijakan, filosofi, prinsip-prinsif, sampai
funsi-fungsi spesifik manajemen SDM bisa menjadi target audit. Jelasnya lingkup
audit SDM dapat meliputi seluruh fungsi manajemen SDM sebagaimana yang
dijelaskan pada Bab ! tentang Tinjauan Manajemen Sumberdaya Manusia.
Manfaat
Audit SDM
Informasi
yang diperoleh melalui audit SDM dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan,
misalnya untuk acuan dalam membuat kebijakan, melakukan perbaikan, sebagai
dasar mengambil keputusan, untuk mengecek posisi kinerja, mengkomunikasi
permasalahan kepada pihak-pihak terkait, untuk menentukan prioritas dalam
menaggulangi permasalahan dan untuk memacu prestasi anggota organisasi.
Audit
SDM dapat menyadarkan para pelaku organisasi, Top Management, para pimpinan
unit-unit pengelola SDM, pimpinan unit-unit kerja non-SDM serta para spesialis
pengelolaan SDM agar tidak terlena dan terjebak dalam rutinitas dan trivialitas
pelaksanaan manajemen SDM sehingga melupakan pemikiran dan tindakan strategis
untuk menamankan kepentingan organisasi di masa depan.
Siapa
yang memanfaatkan hasil audit SDM? Terutama adalah para pimpinan perusahaan
untuk menilai sejauh mana efektivitas dan kesesuaian dalam pelaksanaan
kebijakan yang telah dikeluarkan. Umpan balik yang disampaikan oleh auditor
dalam bentuk temuan audit dan rekomendasi tindak lanjut merupakan masukan
berharga bagi pimpinan perusahaan untuk dijadikan pertimbangan dalam membuat
kebijakan maupun memilih strategi pengembangan organisasi di masa depan.
Sementara bagi pimpinan unit-unit operasional laporan temuan audit SDM menjadi
masukan penting untuk melakukan tindakan koreksi sebagai upaya untuk
menyempurnakan fungsi-fungsi pengelolaan SDM secara berkesinambungan yang
menjadi tanggung jawabnya.
Berikut
adalah contoh-contoh informasi hasil audit SDM dengan kandungan manfaat yang
biasa disampaikan oleh auditor.
1) Informasi
mengenai ketidaktaatan atau penyimpangan terhadap azas regulasi pengelolaan
SDM.
2)
Informasi mengenai adanya potensi masalah yang bisa terealisasi
menjadi masalah bila gejala-gejala yang telah diidentifikasi tidak
ditindaklanjuti.
3) Informasi
adanya pelanggaran hak azasi manusia dalam pemanfaatan sumberdaya manusia.
4) Informasi
mengenai kelemahan dan ketidakcukupan atau ketidak lengkapan dalam
fungsi-fungsi manajemen SDM.
5) Informasi
mengenai adanya penyimpangan-penyimpangan dari kebijakan perusahaan mengenai
pengelolaan SDM.
6) Informasi mengenai adanya
ketidak efisienan dalam pengelolaan SDM.
7)
Informasi adanya kebijakan SDM yang tidak tepat untuk menghadapi
iklim tenaga kerjaan aktual maupun untuk menghadapi tantangan bisnis di masa
depan.
8) Informasi
mengenai penilaian auditor berkenaan dengan strategi pengelolaan SDM yang tidak
selaras dengan visi, misi dan tujuan organisasi jangka panjang.
9)
Informasi mengenai adanya prinsip-prinsip dan falsafah pengelolaan
SDM yang sudah usang tidak relevan lagi dengan tuntutan jaman dan kebutuhan
organisasi.
Manfaat
bagi Pucuk Pimpinan
Hasil
audit SDM dapat menjadi masukan berharga untuk referensi dalam membuat
keputusan atau mengambil / merubah kebijakan tentang SDM sehingga pengelolaan
SDM dapat lebih sesuai dengan perencanaan organisasi jangka panjang. Informasi
dan rekomendasi auditor yang disampaikan kepada auditee dengan tembusan kepada
top management memberikan kesempatan kepada pimpinan organisasi di tingkat atas
untuk meninjau kembali berbagai kebijakan perusahaan yang berlaku dan
memprakarsai perubahan sesuai dengan tuntutan perkembangan kegiatan organisasi.
Misalnya perubahan strategi perencanaan tenaga kerja, perubahan mekanisme
rekrutmen, penilaian karya, pelatihan, sistem pengajian, dsb. Peran auditor
dalam konteks ini dapat juga diposisikan sebagai perpanjangan mata dan telinga
pucuk pimpinan untuk memastikan semua kebijakan yang berlaku dan masih relevan
dipastikan dilaksanakan secara efektif.
Sumber
: Buku Audit SDM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar