Perencanaan
audit SDM merupakan tahapan kegiatan audit yang sangat penting. Berhasil
tidaknya audit SDM sangat ditentukan oleh seberapa baik perencanaan dan
persiapan auditor sebelum pelaksanaan audit. Perencanaan yang baik akan
membantu auditor untuk mengendalikan proses audit sehingga bisa berjalan
lancar, efisien dan efektif.
Apa
saja yang perlu dipersiapkan oleh seorang auditor sebelum melaksanakan
tugasnya? Secara praktis pedoman dalam perencanaan suatu audit adalah dengan
selalu mengikat kata tanya berikut : apa-siapa-mengapa-kapan-dimana-bagaimana.
bertanyalah pada diri sendiri. Apa tujuan audit yang ingin dicapai dan apa saja
objek-objek audit yang penting dan relevan yang perlu dicakup dalam program
audit? Siapa auditee yang perlu diaudit atau dimintakan keterangan? Mengapa
perlu memberikan penekanan pada objek audit tertentu? Objek audit mana saja
yang perlu mendapat penekanan? Kapan proses audit dianggap sudah cukup? Dimana
kegiatan pengelolaan SDM yang dapat memberikan informasi signifikan? Dimana
kegiatan pengelolaan SDM yang dapat memberikan informasi signifikan? Bagaimana
pendekatan audit yang tepat untuk setiap auditee yang berbeda karakteristik ?
Secara
lebih spesifik perencanaan kerja seorang auditor sebelum melaksanakan audit
minimal mencakup aspek-aspek sbb:
1) Tujuan audit SDM
2) Lingkup audit SDM
3) Objek audit
4) Alokasi waktu
5) Metode audit
6) Persiapan diri
7) Format laporan
Tujuan
Audit SDM
Audit
is a goal oriented process. Audit adalah kegiatan yang berorientasi pada tujuan.
Tujuannya adalah mencari nilai manfaat. Seorang auditor perlu memahami dan
mengingat kebijakan dan tujuan audit sebelum dan selama proses audit, sehingga
audit tidak menyimpang dari tujuan. Audit SDM sendiri bukanlah tujuan melainkan
suatu instrumen untuk membantu mencapai tujuan. Tujuan audit SDM adalah
membantu memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi organisasi dalam
perspektif SDM untuk memastikan tercapainya tujuan organisasi secara fungsional
maupun secara keseluruhan, baik untuk saat ini maupun di masa depan. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa audit SDM adalah suatu instrumen yang digunakan
untuk membantu para pimpinan organisasi merealisasikan tugas dan tanggung
jawabnya secara lebih baik melalui peran serta auditor sebagai mitra kerja
dengan memberikan hasil penilaian dan rekomendasi atau advis perbaikan dalam
perspektif sumberdaya manusia yang merupakan salah satu pilar pokok dalam
sebuah organisasi.
Siapa
yang perlu memahami tujuan audit SDM? Bukan saja auditor dan top management, auditee
juga perlu memahaminya, sehingga diharapkan audit mendapat dukungan dari semua
pihak dan dapat dihindari timbulnya ekses-ekses yang tidak dikehendaki misalnya
adanya kesan auditor mencari-cari kesalahan atau terjadinya salah pengertian
antara auditor dan auditee yang dapat berekalasi menjadi konflik dan
menimbulkan persoalan baru, atau bahkan kerja auditor kurang memperoleh
dukungan dari manajemen.
Lingkup
Audit SDM
Lingkup
audit adalah pembatasan objek-objek perhatian yang direncanakan akan diaudit dalam
satu siklus audit. Mengapa seorang auditor perlu membatasi lingkup audit?
Karena audit SDM sangat luas, bisa mencakup seluruh dimensi manajemen SDM. Bila
auditor tidak membatasi perhatiannya, maka akan membuat proses audit menjadi
tidak fokus dan kemungkinan observasi yang dilakukan auditor menjadi dangkal
atau tidak tuntas dan hasilnyapun menjadi tidak berbobot. Disamping itu
pembatasan lingkup audit didasari pertimbangan bahwa waktu dan kapasitas
lingkup audit didasari pertimbangan bahwa waktu dan kapasitas yang dimiliki
auditor dalam satu siklus audit sangat terbatas.
Bagaimana
auditor menentukan lingkup audit? Pertama lingkup audit ditentukan berdasarkan
prinsip prioritas. Suatu objek dipilih misalnya karena tengah menjadi issue
sentral atau karena adanya permintaan khusus dari manajemen karena alasan
tertentu atau karena telah di tentukan sebelumnya dalam program audit. Semakin
banyak waktu dialokasikan untuk program audit SDM, semakin leluasa auditor
memasukan lingkup audit dalam satu siklus audit.
Dengan
lingkup audit yang berbatas maka memungkinkan auditor untuk membuat
persiapannya lebih baik dan lebih fokus. Karena auditor cukup berkonsentrasi
pada objek-objek yang tercakup dalam lingkup audit yang telah ditetapkan.
SEbagai contoh, auditor telah menetapkan 4 fungsi manajemen SDM dalam lingkup
audit : masalah lembur, rekruitmen, sistem penggajian dan penilaian karya. Maka
konsentrasi persiapan auditor seharusnya lebih diarahkan pada objek-objek audit
yang relevan dengan lingkup audit yang telah dipilih. Bila lingkup tidak
ditetapkan sebelumnya dalam program audit berkala, maka auditor dapat
menetapkan lingkup audit pada saat membuat persiapan audit.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar